Seringkali kita mendengar perkataan ketika
melihat pasangan homo di depan mata kita dengan kalimat “mereka itu lesbi yah?”
atau “wahh mereka homo (gay) yah, liat tuhh mereka gandengan tangan.”. Tetapi
apa sih yang kalian rasakan ketika kalian tahu atau seminimal-minimalnya
melihat laki-laki dewasa saling bergandengan tangan dengan mesranya? Jijik? Geli?
Atau hal lainnya ketika kalian tahu ada pasangan homo didepan mata kalian?
Terlepas dari itu semua, kita pasti juga
bertanya-tanya “kenapa sihh mereka mau melakukan itu?”, walau begitupun kita
tetap saja tidak mau bertanya pada mereka alasan mereka memilih orientasi
seksual mereka sebagai pasangan Homo baik itu lesbian maupun gay. Tapi sadarkah
kalian? Jika dibandingkan pada waktu tahun 80-90an dengan waktu sekarang (abad
20), ketika melihat ada pasangan homo pasti mereka akan dikucilkan dan dianggap
tidak normal? Walau saat ini masih tetap dianggap aneh, tetapi diskriminasi
yang dilakukan pada waktu itu dengan waktu sekarang tidaklah seekstrem dulu dan
mungkin kita bisa saja mengatakan “yahh itukan pilihan mereka mau bagaimana,
gak ada urusannya sama kita kan?”.
Jadi jika dibandingkan pada tahun 80-90an,
kita yang hidup di abad 20 ini lebih bisa menerima keberadaan pasangan homo
baik itu lesbian maupun gay. Bahkan jumlah keberadaan pasangan homo ini juga
semakin meningkat. Tetapi pernahkah kalian terpikirkan alasan mereka sampai
memilih untuk menjadi seorang homo entah itu lesbian bagi para wanita ataupun
sebagai gay bagi para pria. Saya pernah menanyakan beberapa kenalan saya (walau
tidak begitu dekat dengan mereka) yang merupakan seorang lesbian. Alasan mereka
menjadi lesbian lebih dominan ke arah karena mereka pernah mengalami hubungan
yang membuat mereka trauma pada kaum laki-laki sehingga mereka menjadi tidak
mau lagi berhubungan dengan laki-laki. Itu dari apa yang saya dapat dari
jawaban yang mereka berikan, terlepas dari benar atau tidaknya jawaban dari
mereka.
Setelah saya pikir-pikir mungkin ada
benarnya juga jawaban mereka jika mengingat dari berita atau artikel yang
berisikan kaum laki-laki sering memperkosa, menganiaya, dan sejenisnya yang
korbannya adalah kaum perempuan. Hal itu bisa saja menjadi pemicu takutnya
mereka pada kaum laki-laki bukan karena mereka phobia tetapi karena mereka
sudah tersugesti bisa-bisa mereka yang akan menjadi korban. Itu yang bisa saya
simpulkan dari apa yang saya perhatikan dari wanita-wanita yang lesbian. Lalu bagaimana
dengan alasan laki-laki yang menjadi gay?
Soal itu saya belum menemukan laki-laki
menjadi gay, sehingga saya tidak mendapatkan alasan mereka menjadi gay. Jadi untuk
pasangan gay saya belum dapat memastikan alasan mereka untuk memilih menjadi
pasangan gay.
Ada lagi sekarang orientasi seksual yang
dimana dengan laki-laki bisa dengan perempuanpun bisa atau yang sering kita
dengar dengan istilah “biseksual”. Nah soal kasus yang satu ini saya juga
kurang mengerti alasan mereka mengapa mereka mau melakukan hal tersebut. Saya punya
satu teman (walau sudah hilang kontak) yang di mana dia ini seorang laki-laki
yang tertarik pada lawan jenisnya tetapi dia juga tertarik pada sesama
jenisnya. Sayapun bingung waktu itu dan saya tanyakan padanya alasannya ia mau
melakukan hal itu, dan dia menjawab “hanya variasi saja, lagipula gw juga
tertarik melihat penis laki-laki lain selain punya gw!”. Setelah mendengar
jawabannya saya jadi bingung dan semakin tidak mengerti alasannya.
Terlepas dari semua alasan yang mereka
miliki, mungkin saja mereka yang menjadi lesbian, gay ataupun biseksual, itu
karena mereka pernah mengalami pengalaman yang membuat mereka menjadi
termotivasi untuk memilih orientasi seks mereka menjadi lesbian, gay, atau
biseksual. Mungkin karena saat ini pemikiran kita yang semakin terbuka dengan
keberadaan mereka, hal ini juga mungkin yang menjadi pemicu semakin
bertambahnya jumlah pasangan yang orientasi seksualnya menyimpang dari yang
seharusnya. Bukan berarti mereka tidak tahu itu salah secara norma budaya dan
agama, tetapi ada suatu dorongan yang membuat mereka tidak mampu melepas diri
dari perasaan mereka untuk melakukan hal tersebut.