Kita pasti pernah mendengar
istilah “aku cemburu karena aku sayang kamu!” atau “kalo dia cemburu berarti
dia sayang lu tuh tandanya!”, jadi istilah cemburu itu diibaratkan sebagai hal
yang wajar dan menjadi tanda bahwa do’I cinta sama pasagannya. Tapi coba
dipikir-pikir lagi, apakah cemburu itu memang hal yang wajar dan sebagai tanda
dia cinta sama pasangan atau malah itu sebagai salah satu tanda sifat posesif
pasangan agar dia merasa tidak akan kehilangan pasangannya? Sebagaimana kita
tahu sifat posesif dari seorang pria atau sebaliknya sebagai pasangan,
sangatlah tidak diinginkan dalam satu hubungan pacaran dan maupun dalam
hubungan pernikahan.
Kenapa begitu? Kembali lagi,
kita pasti pernah mendengar pernyataan baik dari teman atau saudara kita dengan
kalimat “Cewe gw posesif banget! Apa-apa ditanyain, gw ditelpon temen aja
diomelin. Hape gw juga dicek terus tiap kali ketemu! Gw udah keq tawanannya
banget dah!”. Dari pernyataan itu pun kita juga sudah bisa membayangkan kalau
pasangan yang posesif itu sangat tidak diinginkan dalam hubungan. Lantas jika
cemburu bukanlah suatu bukti rasa cinta? Lalu, apa cinta itu sendiri?
Cinta itu ada yang disebut Romantic
Love, merupakan rasa cinta yang datang dengan rasa ekstasi dan cemas,
ketertarikkan dengan fisik partner, dan bahkan sexual desire, di mana romantic
love ini, kita sering meng-idealkan atau mengharapkan pasangan seperti yang
diinginkan dan biasanya ketika hubungan tersebut masih baru, kesalahan yang
dibuat oleh pasangan sering tidak dihiraukan atau pura-pura tidak melihat.
Ada lagi Passionate Love, yaitu cinta yang tumbuh ketika kita sedang
bersama dengan lawan pasangan baru dengan perasaan yang menyenangkan atau
membahagiakan. Biasanya baik romantic love maupun passionate love, hubungan
yang berlangsung seringkali hanyalah sebentar, tidak dapat bertahan dengan
lama. Tetapi jika pasangan dapat mencapai Companionate Love, biasanya hubungan
yang terjalin akan berlangsung cukup lama, karena companionate love melibatkan
perasaan afeksi , intimasi, dan kelekatan pada pasangan itu sendiri yang juga
didukung dengan komitmen dalam hubungan itu sendiri.
Jika melihat bentuk cinta
menurut John Alan Lee, ia menyebutkan ada 6 tipe, pertama Eros atau romantic
lover, sering disebut juga sebagai “cinta pada pandangan pertama” di mana pasangan
yang penuh dengan gairah. Kedua ludus atau game-palying lover, pasangan yang
suka terlihat putus-sambung-putus-sambung. Ketiga storge atau calm lover,
pasangan yang hubungannya tidak terlihat seperti sedang berpacaran. Keempat agape
atau selfless lover, pasangan yang terlihat
sangat mempercayai pasangannya, namun dapat mengarah ke arah negatif karena
bisa saja jika memilih agape love dalam hubungan bisa saja pasangannya akan
merasa kurang diberi perhatian. Kelima pragma atau practical love, hubungan
yang terlihat pasangan seperti memberikan persetujuan masing-masing dalam
hubungan mereka. Yang terakhir adalah mania atau crazy lover, ini merupakan
cinta yang bisa sangat berbahaya karena pasangan dapat memiliki tingkat
kecemburuan yang sangat tinggi.
Jadi sebagaimana kita melihat,
kecemburuan itu bukanlah suatu bukti bahwa pasangan cinta terhadap diri kita. Bisa
jadi itu merupakan suatu gangguan kecemasan dalam dirinya akan suatu
pengalamannya dulu, entah pengalaman sejak ia kecil atau dengan hubungannya dengan
pasangannya yang sebelumnya di mana pengalaman yang dialami membuat dirinya
trauma. Karena trauma yang didapatnya akhirnya membuat dirinya sulit untuk
dapat memberikan kepercayaan pada pasangannya. Namun terlepas dari itu semua,
jika dalam suatu hubungan masing-masing sudah memiliki komitmen dan keterbukaan
bisa jadi rasa cemburu itupun akan menjadi pudar dan rasa percaya satu sama
lain bisa tumbuh. Jadi bagaimanakah hubungan kalian dengan pasangan kalian
masing-masing?
Never
hurt your Lover if you really love Him/Her.
No comments:
Post a Comment