Seperti pada artikel sebelumnya mengenai
wawancara dalam artikel “Psikologi Industri/Organisasi dan Psikologi Pendidikan”, pada artikel ini
akan membahas mengenai aplikasi wawancara pada bidang pendidikan dan
industri/organisasi. Seperti yang sudah dijelaskan, dalam konteks I/O
wawancara digunakan untuk mengetahui pengalaman pekerjaan, kompetensi yang
dimiliki, dan informasi lainnya dari calon maupun karyawan tetap. Sedangkan
dalam konteks pendidikan, wawancara digunakan untuk mengetahui rencana
pendidikan murid, permasalahannya dalam pendidikan, minat/bakat murid, dan
informasi lainnya.
Lalu aplikasi apa saja yang digunakan
dalam masing-masing bidang tersebut ketika wawancara digunakan? Pada dasarnya
yang dimkasud dengan aplikasi adalah hal-hal yang mungkin dapat digali informasinya
mengenai suatu informasi yang perlu kita gali. Pada bidang pendidikan, aplikasi
wawancara yang digunakan tidak hanya sebatas pada proses belajar mengajar dalam
dunia pendidikan saja, tetapi juga bisa pada permasalahan murid seperti
gangguan yang mungkin dialami murid. Gangguan tersebut dapat berupa gangguan
dalam perkembangannya, perilakunya dan juga pada psikososial dan lingkungan
dari murid.
Walaupun begitu, wawancara dalam dunia
pendidikan tidak hanya dapat diterapkan pada murid saja, tetapi juga dapat
diterapkan pada orangtua murid, guru, pembantu, dan dari siapapun yang memiliki
hubungan dengan murid yang bersangkutan. Dari konteks industri/organisasi,
wawancara juga dapat digunakan dalam proses seleksi/penempatan, job analysis,
pelatihan, penilaian performansi dan bahkan ketika suatu karyawan yang akan
keluar perusahaan.
Dalam bidang I/O ini ada metoda yang dapat
digunakan ketika mewawancarai suatu calon staff baru. Metode yang paling umum
digunakan dan dapat digunakan oleh siapa saja adalah metode STAR (Situation,
Task, Action, Result). Metode lainnya adalah FACT (Feeling, Action, Context,
Thinking). Kedua metode tersebut pada dasarnya sama ketika ingin menggali
informasi dari calon staff tersebut, hanya saja perbedaannya adalah STAR dapat
digunakan lebih bebas sedangkan FACT tidak dapat sembarangan digunakan, harus
ada pihak ketiga untuk melakukan metode ini.
Walau pada dasarnya informasi yang digali
adalah sesuatu yang akan dilaporkan, namun tidak semua informasi perlu
disampaikan secara keseluruhan. Tentu ada informasi yang dianggap interviewee (orang
yang menjadi subyek wawancara) sangat privasi dan tidak ingin banyak orang
mengetahuinya. Seperti pada bidang pendidikan, akan banyak sekali informasi
privasi yang akan ditemui ketika wawancara sedang berlangsung. Sebagai seorang
pewawancara yang baik, ketika kita diminta untuk menjaga kerahasiaan informasi,
maka sebagai seorang yang profesional perlulah kita menjaga informasi tersebut
dengan baik.
terimah kasih
ReplyDeletemy blog
Bandar Kartu Online + PALING Murah Bisa Pakai Pulsa!!! Minimal Hanya: 15.000
ReplyDeleteBISA BAYAR PAKAI PULSA TELKOMSEL XL & AXIS
YANG GAME DARI KAMI YANG TERLENGKAP
MULAI DARI |POKER | CEME | DOMINO99 | OMAHA | SUPER10 |
Permainan Judi online yang menggunakan uang asli dan mendapatkan uang Tunai
> Bonus RAKEBACK Tiap Minggu > Proses Deposit & Withdraw PALING CEPAT
> Support Semua Bank Lokal di Indonesia
Bayar Pakai OVO
Bayar Pakai Gopay
Bayar Pakai Pulsa
WhastApp : 0813-3355-5662
WWW POKERAYAM CC